<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ardy Suharnoko's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ardysuharnoko.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardysuharnoko.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jun 2008 03:00:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ardysuharnoko.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ardy Suharnoko's Weblog</title>
		<link>http://ardysuharnoko.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ardysuharnoko.wordpress.com/osd.xml" title="Ardy Suharnoko&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ardysuharnoko.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenai Nomor Produk</title>
		<link>http://ardysuharnoko.wordpress.com/2008/06/10/mengenai-nomor-produk/</link>
		<comments>http://ardysuharnoko.wordpress.com/2008/06/10/mengenai-nomor-produk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 04:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardysuharnoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Identifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Penomoran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardysuharnoko.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Mengenai Nomor Produk Setiap barang yang diperdagangkan membutuhkan nomor yang unik agar mudah di identifikasikan, sebagaimana halnya kasir di supermarket, setiap barang yang melalui kasir akan di scan nomor barcodenya untuk kemudian diketahui harganya. Setiap supermarket dapat saja menggunakan nomornya sendiri untuk keperluannya. Secara global penomoran untuk produk ini diatur oleh suatu badan standarisasi internasional. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardysuharnoko.wordpress.com&amp;blog=3901425&amp;post=13&amp;subd=ardysuharnoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mengenai Nomor Produk</strong></p>
<p>Setiap barang yang diperdagangkan membutuhkan nomor yang unik agar mudah di identifikasikan, sebagaimana halnya kasir di supermarket, setiap barang yang melalui kasir akan di scan nomor barcodenya untuk kemudian diketahui harganya.</p>
<p>Setiap supermarket dapat saja menggunakan nomornya sendiri untuk keperluannya. Secara global penomoran untuk produk ini diatur oleh suatu badan standarisasi internasional.</p>
<p>Penomoran produk untuk barang dan kemasan yang bergerak dalam jalur perdagangan dibagi dalam 2 katagori yaitu:</p>
<ol>
<li>Produk yang akan dijual melalui Point of sale (POS) atau kasir, dan</li>
<li>Produk yang hanya bergerak dalam jalur logistik ; bergerak dari gudang ke gudang dan tidak dijual melalui POS.</li>
</ol>
<p><strong>Macam Kemasan</strong><br />
Macam kemasan biasanya terdiri dari:</p>
<ol>
<li><strong>Single Item</strong>, kemasan produk itu sendiri yang akan langsung dijual ke konsumen melalui Point of Sale atau kasir</li>
<li><strong>Inner Pack</strong>, biasanya kemasan dari karton, yang isinya terdiri dari beberapa Single Item, yang bisa juga dijual ke konsumen melalui POS dan bisa juga pergerakannya antar gudang saja.</li>
<li><strong>Group Item</strong>, yang isinya terdiri dari produk yang sama atau Group Item yang dikemas dengan bungkusan plastik, yang biasanya dapat dijual ke konsumen melalui POS.</li>
<li><strong>Carton</strong> atau <strong>Case</strong>, terbuat dari karton biasanya isinya terdiri dari beberapa Single Item yang sama atau beberapa Inner Pack dan tidak dijual langsung ke konsumen, melainkan bergerak dari gudang ke gudang</li>
</ol>
<p><strong>Produk yang akan dijual melalui Point of sale (POS) atau kasir</strong></p>
<p>Kemasannya biasanya berbentuk atas satuan produk atau Single Item, kemasan ini disebut <em><strong>Trade Item Unit</strong></em> dan nomornya disebut <strong>Global Trade Item Number</strong>.</p>
<p>Simbologi barcode yang digunakan adalah GS1-13, struktur penomorannya terdiri dari 12 digit + 1 digit Check Digit (CD). CD digunakan untuk mengecek apakah nomor digit dalam penomoran produk yang digunakan sudah benar, pengecekannya menggunakan sistem modulo 10.</p>
<p>3 digit pertama digunakan untuk mengidentifikasikan negara, 6 digit berikutnya adalah nama produsen, 3 digit berikutnya adalah nomor jenis produk produk dan terakhir adalah CD.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-14" src="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/picture1.png?w=155&#038;h=72" alt="" width="155" height="72" />Contoh Barcode disamping; 899 adalah nomor negara dalam hal ini 899 adalah Indonesia. 123400 adalah nama perusahaan produsen, 002 adalah nomor jenis produk dan 2 adalah Check Digit.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-15" src="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/picture2.png?w=118&#038;h=115" alt="" width="118" height="115" />Contoh Barcode disamping; 899 adalah nomor negara dalam hal ini 899 adalah Indonesia. 123400 adalah nama perusahaan produsen, 001 adalah nomor jenis produk dan 5 adalah Check Digit.</p>
<p>Contoh diatas menunjukkan bahwa produk tersebut didaftarkan di Indonesia, dari perusahaan produsen yang sama yaitu 123400 dengan jenis produk yang berbeda dan mempunyai nomor jenis produk yang berbeda. 002 dengan demikian Check Digitnya pun berbeda 5.</p>
<p>Contoh nomor barcode diatas <strong>8991234000022</strong> dan <strong>8991234000015</strong> disebut sebagai <strong>Global Trade Item Number</strong> atau <strong>GTIN.</strong></p>
<p>Nomor Produk bersifat signifikan, artinya tidak ada informasi lain yang terkait dengan produk tersebut, kecuali nomor identifikasi, nomor produk merupakan index yang dengan nomor index tersebut dapat diakses informasi terkait dengan produk tersebut dari komputer.</p>
<p>Untuk setiap jenis produk yang berbeda menggunakan nomor yang berbeda pula.</p>
<p><strong>Produk yang bergerak dalam jalur logistik</strong></p>
<p>Produk ini bergerak dari gudang ke gudang dan tidak dijual melalui POS. Kemasannya biasanya berbentuk Carton yang dalamnya terdiri dari beberapa item yang sama. Jenis kemasan ini disebut Logistic Unit dan penomorannya disebut Logistic Unit Number.</p>
<p>Simbologi barcode yang digunakan adalah ITF-14, struktur penomorannya terdiri dari 13 digit + 1 digit Check Digit (CD). CD digunakan untuk mengecek apakah nomor digit  dalam penomoran produk yang digunakan sudah benar, pengecekannya menggunakan sistem modulo 10.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-16" src="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/picture3.png?w=209&#038;h=101" alt="" width="209" height="101" />Digit pertama adalah Packaging level indicator digunakan untuk mengidentifikasikan level dari kemasan misalnya 0= untuk kemasan yang berisi 12 Trade item, 1= kemasan yang berisi 24 Trade item  2= untuk kemasan yang berisi 36 Trade item, dsb. Digit berikutnya adalah nomor GTIN dan digit yang terakhir adalah Check Digit.</p>
<p><strong>Perlukah Nomor Produk ?</strong></p>
<p>Jawabannya jelas perlu, karena tanpa nomotr produk ini misalnya sebuah supermarket harus menciptakan nomor baru untuk produk yang belum mempunyai nomor produk, setelah itu menempelkan label-label pada produk tersebut satu persatu yang tentunya membutuhkan biaya untuk label dan tenaga.</p>
<p>Sedangkan apabila produsen sudah mempunyai nomornya sendiri, nomor tersebut sudah tercetak pada kemasan dan tidak perlu lagi supermarket untuk menempelkan label pada setiap produk. Ini tentunya akan banyak mengurangi biaya, tenaga dan lebih efisien.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardysuharnoko.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardysuharnoko.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardysuharnoko.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardysuharnoko.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardysuharnoko.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardysuharnoko.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardysuharnoko.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardysuharnoko.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardysuharnoko.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardysuharnoko.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardysuharnoko.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardysuharnoko.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardysuharnoko.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardysuharnoko.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardysuharnoko.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardysuharnoko.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardysuharnoko.wordpress.com&amp;blog=3901425&amp;post=13&amp;subd=ardysuharnoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardysuharnoko.wordpress.com/2008/06/10/mengenai-nomor-produk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/105ee49df934e3e50ef276f9be87a2d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ardysuharnoko</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/picture1.png?w=155" medium="image" />

		<media:content url="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/picture2.png?w=118" medium="image" />

		<media:content url="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/picture3.png?w=209" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SIN Single Identity Number</title>
		<link>http://ardysuharnoko.wordpress.com/2008/06/05/single-identity-number/</link>
		<comments>http://ardysuharnoko.wordpress.com/2008/06/05/single-identity-number/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 04:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardysuharnoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Identifikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardysuharnoko.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[SINGLE IDENTITY NUMBER (SIN) – Suatu Pandangan/Konsep Pokok : Bahwa dirasakan penting akan adanya Single Identity Number. Permasalahan : Bagaimana cara menciptakan SIN KONSEP SIN terdiri dari 12 Digit + Check Digit 210 100 200 300 CD 210 adalah digit untuk kode kota Nomor kependudukan yang bisa ditampung mencapai 1.000.000.000 atau 1 milyar. Mudah dihafal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardysuharnoko.wordpress.com&amp;blog=3901425&amp;post=5&amp;subd=ardysuharnoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SINGLE IDENTITY NUMBER (SIN) – Suatu Pandangan/Konsep</strong></p>
<p><strong>Pokok :</strong> Bahwa dirasakan penting akan adanya Single Identity Number.<br />
<strong>Permasalahan :</strong> Bagaimana cara menciptakan SIN</p>
<p><strong>KONSEP</strong><br />
SIN terdiri dari 12 Digit + Check Digit</p>
<p><strong> 210  100 200 300 CD</strong></p>
<ol>
<li>210 adalah digit untuk kode kota</li>
<li>Nomor kependudukan yang bisa ditampung mencapai  1.000.000.000 atau 1 milyar.</li>
<li>Mudah dihafal</li>
<li>SIN merupakan nomor yang unik dan merupakan index yang data terkaitnya dapat diakses melalui komputer dengan nomor index ini</li>
<li>Pemakaian kembali nomor SIN yang sudah dikeluarkan dapat dilakukan setelah pemiliknya pertama sebelumnya berumur 150 tahun.</li>
<li>Data kepemilikan  masih terus disimpan dalam database, sehingga dapat dilacat siapa pemilik sebelumnya.</li>
<li>Konsep dari SIN adalah Tracking &amp; Tracing dalam arti yang positif.</li>
</ol>
<p><strong>Menciptakan Atribut Informasi.</strong><br />
Atribut Informasi (AI) adalah kode awalan yang disebut sebgai atribut informasi yang memberitahu bahwa digit dibelakangnya adalah untuk aplikasi atau atribut tertentu.<br />
Misalnya AI untuk</p>
<p><a href="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/contohai1.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-7" src="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/contohai1.png?w=265&#038;h=300" alt="" width="265" height="300" /></a><br />
Penciptaan dari Atribut Informasi ini mudah diciptakan karena sangat sederhana sekali dan bisa dilekelompokan dalam keterkaitannya dengan informasi.</p>
<p><em><strong>Contoh</strong></em> misalnya  :<br />
Kelompok  (01)….(19) untuk informasi Personal (pribadi), (300) diperuntukan untuk Atribut Informasi Departemen (imigrasi, pajak, KOLRI, dsb..), (600) diperuntukan nama Kota, (601) untuk nama Kabupaten, (602) nama Kabupaten ….. dsb.</p>
<p>Informasi tersebut dapat digabungkan sesuai dengan kebutuhan, misalnya seseorang mempunyai nomor Paspor N72278 maka informasinya kalau digabungkan dengan nomor SIN menjadi:</p>
<p><a href="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/contohai.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-8" src="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/contohai.png?w=300&#038;h=78" alt="" width="300" height="78" /></a></p>
<p><strong>Menciptakan nomor SIN</strong></p>
<ol>
<li>Menyimpan nomor SIN dalam database yang terjamin keamanan-nya. Nomor SIN ini adalah nomor  yang dikeluarkan atau akan dikeluarkan . Sehingga setiap nomor SIN dapat terkendali dan terkontrol.</li>
<li>Menciptakan nomor SIN dengan Random Generator untuk misalnya 1 milyar nomor SIN</li>
<li>Nomor SIN ini merupakan nomor yang “non significant”, tidak ada informasi apapun yang terkandung dalam nomor tersebut.</li>
<li>Nomor SIN adalah index dari dari informasi yang terdapat dalam komputer sistem.</li>
<li>Nomor SIN adalah sebagaimana nomor plat mobil, dari nomornya platnya tidak dapat diketahui siapa pemilik mobil tersebut. Tetapi dengan nomor plat tersebut melalui komputer dapat diketahui informasi yang terkait .</li>
</ol>
<p><strong>Bagaimana mendapatkan nomor SIN</strong></p>
<ul>
<li>Nomor SIN dikelola oleh satu Badan dibawah Departemen yang menangani Kependudukan, dimana semua database kependudukan berada.</li>
<li>SIN hanya bisa didapat apabila sudah mencapai umur 18 tahun</li>
<li>Secara elektronis, orang yang akan mendapatkan nomor SIN dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu yang dapat mengakses database SIN dengan proteksi password atau terbuka setiap orang dapat mengakses (hanya untuk memasukan data dan tidak untuk meng-edit/menghapus)</li>
</ul>
<p>Cara 1. Untuk yang dapat mengakses dengan Password, misalnya kantor kelurahan<br />
Data yang ditanyakan adalah :</p>
<ul>
<li> Nama Pemohon:</li>
<li>Nomor KK:</li>
<li>Tanggal Lahir:</li>
<li>Tempat Lahir:</li>
<li>Nama Bapak :</li>
<li>SIN Bapak:</li>
<li>Nama Ibu :</li>
<li>SIN Ibu</li>
<li>Alamat :</li>
<li>Kecamatan :</li>
<li>Kelurahan :</li>
<li>RW :</li>
<li>RT :</li>
</ul>
<p>Setelah semua data dimasukan, maka secara otomatis sistem akan merekan data tersebut dan menambahkan informasi tambahan yang tersimpan dalam database:<br />
1.	Memberikan nomor urut.<br />
2.	Tempat pendaftaran<br />
3.	Tanggal pendaftaran.<br />
Sistem atau komputer akan mengeluarkan nomor SIN, contoh:    210  100 200 300 CD</p>
<p>Cara 2. Setiap orang yang belum mempunyai SIN dapat mengakses melalui internet dan mendaftar<br />
sendiri, proses nya sama sebagai mana diterangkan diatas.<br />
Data yang ditanyakan adalah :</p>
<ul>
<li> Nama Pemohon:</li>
<li>Nomor KK:</li>
<li>Tanggal Lahir:</li>
<li>Tempat Lahir:</li>
<li>Nama Bapak :</li>
<li>SIN Bapak:</li>
<li>Nama Ibu :</li>
<li>SIN Ibu:</li>
<li>Alamat :</li>
<li>Kecamatan :</li>
<li>Kelurahan :</li>
<li>RW :</li>
<li>RT :</li>
</ul>
<p>Setelah semua data dimasukan, maka secara otomatis sistem akan merekan data tersebut dan menambahkan informasi tambahan yang tersimpan dalam database:<br />
1.	Memberikan nomor urut.<br />
2.	Tempat pendaftaran<br />
3.	Tanggal pendaftaran.</p>
<p>Sistem atau komputer akan mengeluarkan nomor SIN, contoh:<strong> 210  100 200 300 CD</strong></p>
<p><strong>Bagaimana untuk mendapatkan KTP</strong></p>
<p>Pemohon mendapatkan surat rekomendasi dari RT &amp; RW kemudian mendaftarkan ke kecamatan.<br />
Petugas kecamatan menanyakan nomor SIN kepada pemohon dan mengecek data di database kependudukan apabila belum ada pemohon harus membuat SIN terlebih dahulu. Setelah meverifikasi dapat juga dengan meminta KK untuk dicocokan. Setelah persyaratan administrasi selesai Kecamatan memberikan nomor dan menerbitkan  KTP.</p>
<p>Pada database KTP akan tercatat nomor SIN dan nomor KTP dan sistem secara otomatis memasukan juga data tambahan seperti:<br />
1.	Memberikan nomor urut.<br />
2.	Tempat pendaftaran<br />
3.	Tanggal pendaftaran.</p>
<p>Contoh : nomor KTP yang didapat adalah  09.5310.230778.0100<br />
Dimana nomor <strong>KTP</strong> tersebut<strong> 09.5310.230778.0100 </strong>terkait  dengan <strong>SIN 210  100 200 300 CD.</strong></p>
<p><strong>Bagaimana untuk mendapatkan PASPOR</strong></p>
<p>Pemohon mendaftarkan diri untuk permohonan Paspor, Petugas imigrasi menanyakan Nomor SIN, pemohon harus membuat SIN terlebih dahulu, setelah ada nomor SIN dan setelah menyelesaikan persyaratan yang dibutuhkan. Petugas imigrasi mengeluarkan Paspor atas nama pemohon.</p>
<p>Contoh : nomor <strong>PASPOR</strong> yang dikeluarkan adalah <strong>N123454</strong></p>
<p>Dimana nomor<strong> PASPOR</strong> tersebut  <strong>N123454</strong> terkait dengan <strong>SIN 210  100 200 300 CD.</strong><br />
Maka secara relasi nomor PASPOR tersebut juga terkait dengan nomor<br />
<strong>KTP  09.5310.230778.0100</strong></p>
<p>Demikian seterusnya untuk setiap keperluan apakah; NPWP, STNK, IMB, ASKES dan seterusnya setiap dokumen akan saling terkait yang ter-relasikan dengan nomor SIN. Artinya dari satu nomor SIN dapat diasosiasikan ke berbagai informasi atau database.</p>
<p>Bagaimana membuat nomor kartu Pemilu</p>
<p>Melalui data base SIN dapat diketahui : Nama, Umur dan alamat; Kota, Kabupaten, Kecamatan, RW/RT dan dicocokan dengan database KTP Nama, Umur dan alamat; Kota, Kabupaten, Kecamatan, RW/RT.</p>
<p>Dengan demikian setiap lokasi Pemilu tempat pencoblosan (TPS) dapat dikodekan sama dengan Kode Kecamatan atau Kelurahan</p>
<p>Setiap warga yang mempunyai hak memilih dapat diberikan nomor seri. Yang disesuaikan dengan Kota, Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan, RW dan RT .</p>
<p>Sistem komputer akan mencetak dengan otomatis :<br />
(601) Kota<br />
(602) Kabupaten<br />
(603) Kecamatan<br />
(604) Kelurahan<br />
(01) SIN</p>
<p>Contoh<br />
Seorang dengan nomor SIN  210  100 200 300 1 akan melalukan pencoblosan di TPS nomor 001 di daerah : 210- Kota Jakarta, 010 &#8211; Kecamatan Menteng, 023- Kelurahan Gondangdia maka nomornya menjadi :       (01)2101002003001(601)021(602)010(604)023</p>
<p><a href="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/gs128.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-9" src="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/gs128.png?w=300&#038;h=33" alt="" width="300" height="33" /></a></p>
<p>Simbologi EAN-128 atau Simbologi QR Code</p>
<p><a href="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/qrcode1.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-11" src="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/qrcode1.png?w=110&#038;h=110" alt="" width="110" height="110" /></a></p>
<p>Atau<br />
Seorang dengan nomor SIN  210  100 200 300 1 akan melalukan pencoblosan di TPS nomor 001 di daerah Kelurahan Gondangdia :  Kode Lokasi Kelurahan Gondangdia adalah 210876543454 maka nomornya menjadi:<br />
(01)2101002003001(800)210876543454</p>
<p>Bagaimana seorang petugas TPS dapat mengetahui bahwa calon pemilih adalah orang yang benar ?, hal ini dapat diverifikasi dengan output report yang dikeluarkan oleh komputer dan diverifikasi dengan kartu identitas lain yang ada fotonya seperti; KTP, SIM atau PASPOR.</p>
<p>Dengan demikian disetiap TPS apabila dilengkapi dengan alat scanner akan dengan mudah mendata setiap pemilih dan hasilnya dapat sekaligus di download ke database baik secara “Real Time” maupun secara  “Batch Mode”. Dan hasilnya sudah dapat didatakan seketika.</p>
<p>Contoh  Penomoran dengan barcode linier dan 2 dimensi</p>
<p>1.	Nomor SIN dalam bentuk informasi yang berdiri sendiri<br />
2.	Dikodekan dalam simbologi EAN-13 dengan Check Digit 1.</p>
<p>1.	Nomor SIN (01) 2101002003003001 yang dikaitkan dengan nomor PASPOR(19)N72278<br />
2.	Menggunakan simbologi  128</p>
<p>1.	Nomor SIN 2101002003003001 yang dikaitkan dengan Tanggal Lahir (02) 22081949 dan nomor SIM (15) 490812052196<br />
2.	Simbologi Databar Composite<br />
3.	Kombinasi antara linier dan 2 dimensi  simbologi barcode</p>
<p>1.	Nomor SIN 2101002003003001 yang dikaitkan dengan Tanggal Lahir (02) 22081949 dan nomor SIM (15) 490812052196<br />
2.	Simbologi QR Code 2 dimensi barcode</p>
<p>Relasi Database (database relation)</p>
<p><a href="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/relationdb.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-12" src="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/relationdb.png?w=300&#038;h=171" alt="" width="300" height="171" /></a></p>
<p><strong> Atribut Informasi (AI) Contoh</strong></p>
<p>00		SIN<br />
01		Tanggal Lahir<br />
02		Jenis Kelamin<br />
03		Status*<br />
09		Tanggal Meninggal<br />
20		Akte Kelahiran<br />
21		KTP<br />
22		SIM<br />
23		PASPOR<br />
24		NPWP<br />
25		NIP<br />
26		NRP<br />
27		ASKES<br />
28		ASTEK<br />
29		SURAT NIKAH<br />
35		ASURANS*I<br />
36		JAMSOSTEK<br />
37		CREDIT CARD*<br />
45		SERTIFIKAT TANAH*<br />
46		IMB<br />
60		ORGANISASI*<br />
200		LOKASI DEPARTEMEN<br />
250		LOKASI ALAMAT PHISIK<br />
300		KOTA<br />
301		KABUPATEN<br />
302		KODYA<br />
303		KADIPATEN<br />
8001		DEPARTEMEN *<br />
8002		DIRJEN<br />
8003		DIREKTORAT<br />
8004		KAKANWIL*<br />
8500</p>
<p>•	Kode Asuransi<br />
•	Kode Departemen Pemerintah<br />
•	Kode Kota<br />
•	Kode Kabupaten<br />
•	Kode Kadipaten<br />
•	Dsb……..</p>
<p><strong>Kemungkinan Penggandaan SIN dan Pencegahannya.</strong></p>
<p>Kemungkinan penggandaan SIN selalu bisa terjadi, apalagi identifikasi yang dilakukan adalah identifikasi informasi bukan identifikasi phisik (sidik jari, retina, implan elektronik…).</p>
<p><strong>Adanya nomor SIN ganda.</strong><br />
1.	Seorang yang sudah mempunyai SIN mendaftrakan lagi untuk mendapatkan SIN Baru maka ada beberapa dokumen yang dipalsukan antara lain;<br />
Nama Pemohon:<br />
Nomor KK:<br />
Tanggal Lahir:<br />
Tempat Lahir:<br />
Nama Bapak :<br />
SIN Bapak:<br />
Nama Ibu :<br />
SIN Ibu</p>
<p>•	Proses pemalsuan dokumen akan menjadi sulit karena untuk memalsukan informasi seperti ;  Nomor KK, Nama Bapak, SIN Bapak, Nama Ibu, SIN Ibu. Semua informasi akan saling cross-check.</p>
<p>•	Nomor SIN yang dipalsukan ( jadi bukan data informasi untuk mendapatkan nomor SIN) akan di cross-check dengan data nomor SIN yang ada di database komputer, baik nomor SIN yang sudah pernah keluar ataupun yang belum keluar.</p>
<p>•	Penggunaan simbologi Barcode, sehingga sulit untuk diketahui content data yang tersimpan.</p>
<p><strong>Adanya nomor dokumen (misalnya PASPOR) ganda.</strong><br />
1.	Seorang yang sudah mempunyai PASPOR  mendaftrakan lagi untuk mendapatkan PASPOR baru, maka akan juga memalsukan nomor SIN dan ini juga akan sama sulitnya sebagaimana diilustrasikan contoh diatas.</p>
<p>Jakarta 2007<br />
Sebagai bahan kajian ilmiah.<br />
Ir. Ardy W. Suharnoko</p>
<p>Penulis adalah project leader dalam proyek komputerisasi PEMILU tahun 1978 pertama diadakan di Indonesia dengan menggunakan sistem komputer. Penulis sejak tahun 1978 telah melakukan kajian mengenai SIN.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardysuharnoko.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardysuharnoko.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardysuharnoko.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardysuharnoko.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardysuharnoko.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardysuharnoko.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardysuharnoko.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardysuharnoko.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardysuharnoko.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardysuharnoko.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardysuharnoko.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardysuharnoko.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardysuharnoko.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardysuharnoko.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardysuharnoko.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardysuharnoko.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardysuharnoko.wordpress.com&amp;blog=3901425&amp;post=5&amp;subd=ardysuharnoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardysuharnoko.wordpress.com/2008/06/05/single-identity-number/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/105ee49df934e3e50ef276f9be87a2d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ardysuharnoko</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/contohai1.png?w=265" medium="image" />

		<media:content url="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/contohai.png?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/gs128.png?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/qrcode1.png?w=110" medium="image" />

		<media:content url="http://ardysuharnoko.files.wordpress.com/2008/06/relationdb.png?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
